Rabu, 16 September 2015

Kisah Cinta Wanita Misterius



Mengharukan! ya itulah kata yang terucap begitu mengetahui bahwa di dunia ini masih ada orang yang benar benar melaksanakan janjinya pada pasangannya untuk tetap bersama sehidup semati bahkan ada juga yang mencintai mahkluk halus. Mereka benar benar merasakan cinta yang sebenarnya, seperti misalnya ketika pasangannya tidak ada di dekatnya, terasa ada sesuatu yang hilang, kadang mereka berbuat hal bodoh hanya untuk melihat pasangannya tertawa, teringat kepada pasangannya saat melihat sesuatu yang indah, dan siap selalu disampingnya walaupun dalam keadaan sedih, serta selalu berdoa yang terbaik untuknya walaupun tanpa sepengetahuan sang pasangan.
 
Mungkin itulah secuil kecil hal yang anda lakukan jika anda merasakan cinta, dan berikut ini mungkin akan mengukuhkan apa itu cinta sejati dan apa yang dirasakannya. 

 
kisah Nyata! Seorang Pemuda Jatuh Cinta pada Arwah Penasaran - Cinta memang buta. Sampai-sampai tidak tahu jika pasangan yang diajaknya bercinta itu adalah arwah yang mati penasaran. Cerita ini dialami seorang pemuda yang tinggal di Klaten, dia menjalani percintaan dengan seorang gadis yang bertahi lalat di pipi kiri.

Gadis yang sekarang ada dalam bayangannya itu mengaku bernama Riana, tinggal tidak jauh dari rumah Deny yang baru. Cerita ini sendiri dialami ketika Deny bersama keluarganya pindah ke rumah yang baru, jaraknya sekitar 25 km dari arah Klaten.


Karena ada tugas baru di sebuah kecamatan, keluarga besar mereka terpaksa pindah di sebuah desa yang cukup terpencil. Semula Deny merasa kesepian, tidak ada teman yang bisa diajak berbincang. Di lingkungan barunya dia masih merasa asing.


Sampai suatu malam sewaktu datang dari kota, Deny melihat seorang gadis yang tampaknya kemalaman. Dia berdiri sendirian di pinggir jalan, tidak jauh dari desanya. Setelah dipapas dengan sepeda motor yang dikendarainya, gadis itu mengaku berasal dari desa yang sama dengan Deny.


Karena tidak keberatan pulang bersama-sama, mereka berdua akhirnya berboncengan. Sepanjang perjalanan keduanya saling bertanya tentang asal-usul masing-masing, terutama alamat dan rumahnya. Hanya saja, Riana tidak begitu jelas memberikan alamat rumahnya, dia bilang tidak jauh dari rumah Deny.


Sewaktu keduanya berpisah di sebuah gang yang tidak seberapa lebar, dalam batin Deny mengagumi kecantikan Riana. Apalagi, setelah diteliti secara seksama, dia malah terkesima menyaksikan tahi lalat kecil bertengger di pipi kirinya. "Ah, sungguh luar biasa manisnya gadis licah ini," pikir Deny.


Diam-diam dalam hati Deny menanam harapan cintanya pada Riana. Dia benar-benar telah jatuh cinta ! Hingga suatu malam keduanya bertemu lagi di sebuah poskampling. Kesempatan itu tidak sedikitpun diluangkan Deny untuk dapat mengungkap isi hati Riana. Sampai satu penuturan sulit dipercaya meluncur dari bibir Riana.


"Aku sejak bertemu sebenarnya ingin mengatakan kalau sudah kenal sejak mas Deny datang ke desa ini. Cuma aku enggak berani aja untuk mendekati mas," tuturnya dengan manja. Penuturan itu sebenarnya membuat Deny bingung, karena merasa belum pernah mengenal Riana. Tapi bagaimana dia bisa mengenalnya lebih dulu?


"Ah, biarin aja. Mungkin dia sudah lama mengidolakan saya," batin Deny jadi ‘gede rumangsa’. Tak terasa malam semakin larut, Riana buru-buru meminta untuk diantar pulang. Deny sendiri jadi kebingungan sebab belum pernah diberitahu alamat rumahnya. Riana selalu bilang dekat rumah Deny. Tapi sebelah mana? "Itu lho yang dekat dengan rumah sebelah mas. Pokoknya disekitar situ. Nanti mas nganternya sampai rumah sebelah saja ya," ujar Riana.




1 komentar:

Unknown mengatakan...

ihh, seremm

Posting Komentar